'Omank dharmA' BaliRockers

Selasa, 10 April 2012

Gecko - Maaf

sejenak hatiku perih melihat kamu
sesaat bibirku tak mampu tuk berucap
akankah terjadi semua yang ku pikirkan
jiwaku tlah larut dalam kesedihan

ku tak sanggup menjalani
ku tak sanggup semua ini

reff:
maafkanlah hati ini ku hanya ingin kau tahu
ku tak bisa jauh darimu, ku mohon maafkan aku

sempatku berpikir kau bukanlah untukku
dan kini ku tahu hanyalah khayalan

ku tak sanggup (tak sanggup) menjalani
ku tak sanggup

Back to reff [2x]

(maafkanlah hati ini)
ku tak bisa jauh darimu, ku mohon maafkan aku

sejenak hatiku perih melihat kamu
Nymphea - Malaikatmu

Kau ikat diriku Dengan indahmu
Yang berharga bagi Kita semua
Ini indahmu Tak jauh hilang
Terkubur dalamnya lara
Dalam luka dalam duka

Reff:

Aku bukan malaikatmu
Yang akan selalu ada
Disampingmu sepanjang waktu
Ingin bebas

Andaikan sang waktu Dapat kuputar
Balik lagi Kemasa itu
Akan kulepas Semua Indahku
Karena diriku Tak mampu
Ku tak bisa Tanggung semua

Back to Reff

Always Say you love me
So please give me room To be
Dont belong to you alone

Back to *
Back to Reff

Lirik lagu

Nymphea "I Quit"

nikmati indahnya pantai kuta
kulemparkan beban, angin membelai wajahku
ku ingin merelakan dia terbang pergi
dengan sayap dan imajinasinya
namun ku takkan bisa bohongi diri sendiri

Reff:

I Quit - I Quit
Everything about you I Quit
I Quit from you

Dua tahun bersamamu ku melihat pahit manismu
seolah tak terpisahkan
akhirnya kau temukan seorang peri
yang kan temani setiap langkahmu
ku relakan kau tuk menjalani hidupmu sendiri


Your smile will always light up my days
the time we had i'll not regret
i wish your mind will think the same

Selasa, 21 Juni 2011

Perintah RECORD

Perintah RECORD merupakan penjelasan kumpulan bit dalam suatu operand byte atau word. Kita menggunakan perintah ini untuk membuat masking bit dan penggeseran bit lebih mudah. Pertama, record harus didefinisikan dengan nama record dan nama dan lebar setiap field. Sintak untuk pendefinisian record adalah :
Recordname RECORD field [,field] …
Sintak untuk field adalah:
Fieldname : width [= ekspresi]
Fieldname adalah nama filed tertentu dalam record; dan field awal disimpan dalam bit yang paling berarti dari byte atau word.
Berikut ini contoh penggunaaan perintah RECORD untuk mendefinisikan susunan bit tanggal 16-bit yang disimpan dalam direktori disk. Tanggal dalam bit-terpetakan, dengan 7-bit untuk tahun, 4 bit untuk bulan dan 5 bit untuk hari:
1111111 1111 11111
Tahun bulan hari
Penggunaan yang sesuai dengan perintah RECORD untuk tanggal adalah:
Date_record record year:7=0, month:4=1, day:5=1
Jika kita mendefinisikan record yang mengandung 8 bit atau kurang, record secara otomatis akan mengacu pada byte-selebihnya, akan mengacu pada word. Jika semua posisi bit tidak digunakan, field bit adalah rapat kanan. Contoh, record berikut hanya mendefinisikan 12 bit. Assembler menset bit posisi rendah dalam field dan menset 4 bit atas tidak bertanda dengan nol:
Bitrec record field1:6=111111b, field2:6=111111b
Nilai seluruh 16 bit adalah:
0000111111111111
Pembuatan Variabel Record. Ketika record telah didefinisikan, mungkin digunakan untuk membuat variabel record. Sintaknya adalah:
[name] recordname <[innitialvalue[,innitialvalue]]…>
Kita dapat memberikan nilai awal pada field tertentu. Jika nilai yang diberikan terlalu besar maka assembler akan menampilkan pesan kesalahan.
Berikut ini contoh variabel record menggunakan definisi date_record di atas, sebagai berikut:
Date_record record year:7=0, month:4=1, day:5=1
…
…
Daterec date_record<>
Dengan cara lain, kita dapat menginisialisasikan daterec dengan 30 May 1990:
Daterec date_record<10, 5, 30>
Penggeseran dan Masking. AKhir dari semuanya, nama field dalam record membantu kita untuk menggeser dan mask dengan lebih mudah. Contoh penyimpanan record 10 Maret 1989:
0001001 0011 01010
Tahun=9 bulan=3 hari=10
Misalnya tanggal dipindah ke AX, kita dapat mengisolasi bit yang membuat bulan dengan meng_AND-kan AX kemudian menggesernya ke kanan:
And ax, 0000000111100000b
Mov cl, 5
Shr ax, cl
Operator MASK. Jika kita menggunakan perintah RECORD untuk mendefinisikan date_record kita dapat meningkatkan perintah sebelumnya. Operator MASK membuat mask terhadap bit : semua bit yang berkorespondensi dengan posisi bit diset, dan semua bit lain di nolkan:
Mov ax, file_date
And ax, mask month
Mov cl, month
shr ax,cl
Pada saat date_record didefinisikan, assembler otomatis membuat nilai angka pada masing masing field, tergantung pada nilai penggeserannya. Ini dapat diinterprestasikan sebagai offset bit filed dari posisi nol. Pada contoh sebelumnya, month dipindah ke CL, menyebabkan jumlah penggeseran. Tabel berikut menunjukan nilai geser setiap field:
0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0
Tahun=9 bulan=3 hari=10
Field Nilai geser
Year 9
Month 5
Day 0
Operator WIDTH. Operator WIDTH mengembalikan jumlah bit dalam field record. Contoh berikut mengakses lembar masing masing field dalam date_record dalam berbagai cara. Berikut ini nilai nilai pada saat assembly :
Date_record record year;7=0, month:4=1, day:5=1
…
Daterec date_record<>
Size_of_year equ width year
Size_of_month equ width month
…
…
Mov ax, width day
If(width,date_record) gt 8
Mov ax, daterec
Else
Mov al, daterec
Endif

Perintah STRUC

Perintah STRUC mendefinisikan struktur (template atau pola) yang mungkin membebani ruang memori. Struktur juga dapat menganalisasi area dalam program ke nilai default. Bagian individu struktur disebut field.
Kita mendefinisikan struktur banyak persamaaannya dengan makro. Contoh, kita dapat mendefinisikan struktur menjelaskan field dari record mahasiswa. Definisi struktur berikut harus ditempatkan dalam file sumber di mana saja di depan segmen data:
StudentStruc struc ; awal struktur
stnumber db ‘0000000’
lastname db ‘ ‘ ; 20 spasi
credit dw 0
status dw 0
StudentStruc ends ; akhir struktur

Field dalam struktur berjumlah sampai 30 byte. Dalam segmen data kita dapat mendefinisikan variable struktur, dengan alokasi 30 byte memori.
.data
Srec StudentStruc <>

Tanda kurung siku (<>) diperlukan untuk memerintahkan assembler menjaga nilai field default yang disediakan dalam definisi struktur,
Penggantian nilai default. Kita dapat mengganti nilai default dengan nilai baru. Nilai baru harus dipisah dengan koma. Contoh berikut pelimpahan berbagai field dalam StudentStruc:
srec StudentStruc<’1234567’,’Dedi’,30,1> ; seluruh field
myRecord StudentStruc<,,50,0> ; 2 field terakhir
yourRecord StudentStruc<,’Dodi’> ; field ke 2

Field yang menggunakan operator DUP dalam deklarasi struktur asal tidak dapat dikesampingkan. Misalnya field last =name dalam deklarasi StudentStruc adalah:
Lastname db 20 dup (‘ ‘)
Usaha berikut yang mencoba menggantifield ini akan menimbulkan kesalahan sintak:
Srec StudentStruc <,’Joni’>
MenggunakanVariabel Struktur. Ketika variable struktur dibuat, pengacuan terhadap field individual dibuat deb=ngan pemisahan nama variabel dan nama field oleh tanda titik:
mov dl, srec.stnumber
mov ax, srec.credits
Assembler menambah offset variabel struktur ke offset field dalam struktur untuk membuat alamat efektif. Dalam struktur StudentStruc, offset stnumber adalah 0 karena ini merupakan awal field dalam struktur. Offset kredit adalah 27, offset lastname adalah 7, dan seterusnya.
Jika register basis menunjuk ke variabel struktur, tanda titik memisahkan index dengan field:
mov bx, offset srec
…
…
mov ax, [bx].credits
mov dl, [bx].status
Berbagai mode pengalamatan yang mungkin digunakan:
mov ax, srec[si].credit
mov dl, [bx+si].status
mov dl, srec [bx+di].stnumber
Contoh program Input Struktur. Berikut ini program yang mendemontrasikan struktur, dengan menggunakan beberapa makro dari file MACRO.INC. Program terhubung dengan CONSOLE.LIB dan include file MACRO,INC.
Tile Program Input Struktur

dosseg
.model small
.stack 100h
extrn Clrscr:proc
include macro.inc
stnumberSZ = ?
lastnamrSZ = 20
StudentStruc struc
stnumber db stnumberSZ dup(0),0
lastname db lastnameSZ dup(0),0
credit dw 0
StudentStruc ends

.data
srec StudentStruc <>
pspSeg dw ?
progTitle db ‘Contoh Input Struktur Student’

.code
main proc
startup pspSeg
L1 : call ClrScr
display_at 2, 20, progTitle
inputStr 4, 10,‘Student Number : ‘, srec.stnumber, stnumberSz
inputStr 6, 10 ‘Last Name : ‘, srec.lastname,lastnameSz
inputStr 8, 10,’Credits Taken: ‘,srec.credits
locate 12, 10
getYN ’More input (Y/n) ?’,’Y’
jxe L1

call ClrScr
exit 0
main endp
end main

Variabel srec mengimplementasikan STRUC yang disebut StudentStruc sehingga pengacuan srec dilakukan dengan format:
srec.stnumber
srec.lastname
srec.credits
Makro inputScr dalam MACRO.INC melakukan input keyboard untuk program ini. Argumen yang dikirim ke mwkro adalah row, columm, prompt, input nama field , danpanjang field. Makro DISPLAY_AT menampilkan string pada baris dan kolom tertentu di layar.
Makro GETYN adalah makro untuk mengambil respons pengguna apakah akan meneruskan lagi atau tidak.
Akhirnya, makro jxe (jump extended equal) diperlukan karena intruksi JE konvensional akan menyebabkan kesalahan “jump out of range”.

PERUTEAN DALAM JARINGAN SWITCHING

12.1 Perutean Dalam Jaringan Packet-Swithcing

Salah satu aspek desain yang paling rumit dan penting dari jaringan data switched adalah perutean. Bagian ini menyurvei karakteritistik-karakteristik kunci yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan strategi perutean. Prinsip-prinsip yang dideskripsikan dalam bagian ini juga dapat diterapkan dalam perutean internetwork.

12.1.1 Karakteristik-Karakteristik

Fungsi utama dari packet-switching adalah menerima paket dari suatu sumber stasiun dan mengarahkan mereka ke stasiun tujuan.. Untuk menyelesaikan ini, satu jalur atau rute melalui jaringan tersebut harus ditentukan; umumnya, lebih dari satu rute yang memungkinkan. Jadi, fungsi perutean harus dilakukan. Persyaratan-persyaratan untuk fungsi ini mencakup :

* Ketepatan
* Kesederhanaan
* Ketahanan
* Stabilitas
* Kewajaran
* Keoptimalan
* Efisiensi

12.1.1.1 Kriteria Kinerja

Pemilihan sebuah rute umumnya berdasarkan beberapa kriteria kinerja. Kriteria yang paling sederhana adalah memilih rute lompatan-minimum (kriteria yang melewati jumlah node terkecil) melalui jaringan tersebut. Kriteria ini adalah kriteria yang mudah diukur dan seharusnya meminimalkan konsumsi sumber-sumber jaringan. Generalisasi dari kriteria lompatan-minimum adalah perutean dengan biaya terendah.

12.1.1.2 Waktu dan Keputusan

Keputusan perutean dibuat berdasakan beberapa kriteria kinerja. Dua karakteristik utama dari keputusan tersebut adalah waktu dan tempat di mana keputusan tersebut dibuat. Waktu dan keputusan ditentukan oleh apakah keputusan perutean tersebut dibuat berdasarkan paket atau sirkuit maya. Ketika operasi internal dari jaringan adalah datagram, keputusan perutean dibuat masing-masing untuk setiap paket. Untuk operasi sirkuit maya internal, keputusan perutean dibuat pada saat sirkuit maya dibangun.. Pada kasus yang paling sederhana, semua paket berikutnya menggunakan sirkuit maya mengikuti rute yang sama. Pada desain jaringan yang lebih rumit, jaringan tersebut dapat secara dinamis mengganti rute yang ditugaskan pada sirkuit maya khusus sebagai respons dalam kondisi yang berubah (contohnya, kelebihan muatan atau kegagalan dalam sebuah bagian dari jaringan).

12.1.2 Strategi-Strategi Dalam Perutean

Sejumlah besar strategi perutean telah berkembang untuk berhadapan dengan persyaratan perutean dari jaringan packet-switching. Banyak dari strategi ini juga diterapkan pada perutean internetwork. Pada bagian ini kita akan membahas empat strategi pennting yaitu :

1. Perutean tetap

Bagi perutean tetap, sebuah rute tunggal dan permanen dikonfigurasi untuk masing-masing pasangan sumber-tujuan dari node dalam jaringan tersebut. Algoritma perutean biaya-terendah dapat digunakan. Rute tersebut ditetapkan, atau paling tidak hanya diubah ketika tidak ada perubahan dalam topologi jaringan. Jadi, biaya link yang digunakan dalam merancang rute tidak berdasarkan pada variabel dinamis seperti lalu lintas, Bagaimanapun juga, mereka dapat berdasarkan pada lalu lintas atau kapasitas yang diinginkan.

2. Flooding

Teknik ini membutuhkan informasi jaringan apa pun dan bekerja sebagai berikut. Sebuah paket dikirimkan oleh sebuah node sumber ke setiap node tetangganya. Pada setiap node, paket yang datamg ditransmisikan ulang pada semua link yang keluar, kecuali untuk link paket itu tiba.

3. Perutean acak

Perutean acak memiliki kesederhanaan dan ketahanan dari flooding dengan muatan lalu lintas yang jauh lebih sedikit. Dengan perutean acak, sebuah node memilih hanya satu jalur output untuk transmisi ulang dari paket yang datang. Link output dipiluh secara acak, di luar link di mana paket tersebut tiba. Jika semua link memiliki keuntungan yang sama untuk dipilih, maka semua node mungkin secara sederhana menggunakan link output dalam sebuah model

4. Perutean adaptif

Pada semua jaringan packet-switcing secara maya, beberapa jenis teknik perutean adaptif digunakan. Maksudnya, keputusan perutean yang dibuat berubah seiring dengan kondisi perubahan jaringan. Kondisi-kondisi utama yang mempengaruhi keputusan perutean adalah :

* Kegagalan

Ketika sebuah node atau link gagal, ia tidak dapat lagi digunakan sebagai bagian dari sebuah rute

* Kemacetan

Ketika sebuah bagian khusus dari jaringan tidak mengalami kemacetan, akan lebih baik memindahkan paket-paket dengan cara memutar daripada melewati area kemacetan.

12.2 Contoh-Contoh Perutean Dalam ARPANET

Pada bagian ini, kita akan melihat beberapa contoh strategi perutean. Semua ini awalnya dikembangkan untuk ARPANET, yang merupakan jaringan packet-switching yang merupakan fondasi dari internet saat ini. Penting untuk mengamati strategi-strategi ini karena berbagai alasan. Pertama, strategi-strategi ini dan yang serupa juga digunakan dalam jaringan packet-switching yang lain, termasuk sejumlah jaringan dalam internet, Kedua, skema perutean berdasarkan kerja ARPANET juga digunakan untuk perutean internetwork dalam internet dan internetwork pribadi. Terakhir, skema perutean ARPANET berevolusi dengan cara memberikan pencerahan terhadap beberapa isu desain penting yang berhubungan dengan algoritma perutean.

12.2.1 Generasi Pertama

Algoritma perutean awal, dirancang pada tahun 1969, merupakan algoritma adaptif terdistribusi menggunakan penundaan yang diperkirakan sebagai kriteria kinerja dan versi algoritma Bellman-Ford.

12.2.2 Generasi Kedua

Setalah beberapa tahun pengalaman dan beberapa modifikasi minor, algoritma perutean asli digantikan dengan sesuatu yang sangat berbeda pada tahun 1979.

12.2.3 Generasi Ketiga

Pengalaman dengan strategi baru ini mengindikasikan bahwa strategi tersebut lebih responsif dan stabil dibandingkan yang lama. Overhead yang dipengaruhi oleh flooding sedang-sedang saja karena masing-masing node melakukan hal ini paling banyak satu kali setiap 10 detik. Bagaimanapun juga, ketika muatan pada jaringan bertambah. Kekurangan dalam strategi baru mulai muncul, dan strategi tersebut direvisi pada tahun 1987.

12.3 Algoritma Biaya-Terendah (Least-Cost)

Sebagian besar algoritma perutean biaya-terendah (least-cost) digunakan dalam jaringan packet-switching dan internet merupakan variasi salah satu dari dua algoritma umum, dikenal sebagai algoritma dijkstra dan algoritma Bellman-Ford.

12.3.1 Algoritma Dijkstra

Algoritma Dijkstra dapat dinyatakan sebagai; carilah jalur terpendek dari sebuah sumber node tertentu ke semua node lainnya dengan mengembangkan jalur-jalur tersebut dalam urutan meningkatnya panjang jalur. Algoritma tersebut akan melanjutkan ke beberapa tahapan.

12.3.2 Algoritma Bellman-Ford

Algoritma Bellman-Ford dapat dinyatakan sebagai berikut. Carilah jalur terpendek dari suatu node sumber tertentu dengan syarat hambatan yang terkandung dalam jalur maksimum satu link, kemudian carilah jalur terpendek dengan hambatan jalur maksimum dua link, dan seterusnya. Algoritma ini juga akan berlanjut ke beberapa tahapan.

KOMUNIKASI DATA, JARINGAN DATA, DAN INTERNET

1.1 Komunikasi Dan Jaringan Untuk Perusahaan Masa Kini

Fasilitas komunikasi data dan jaringanyang efektif dan efisien adalah hal yang penting bagi semua perusahaan. Dalam bagian ini, pertama-tama kita melihat kecenderungan yang meningkatkn tantangan bagi para manajer bisnis dalam merencanakan dan mengatur fasilitas-fasilitas tersebut. Kemudian, kita akan melihat secara khusus persyaratan untuk kecepatan transmisi yang selalu besar dan kapasitas jaringan.

Tiga yang secara konsisten mengarahkan arsitektur dan evolusi fasilitas komunikasi data dan jaringan adalah :

1. Pertumbuhan lalu lintas
2. Perkembangan layanan baru, dan
3. Kemajuan teknologi

Tren teknologi memungkinkan adanya persediaan dari kapasitas lalu lintas yang meningkat dan pendukung layanan jangkauan luas. Empat tren teknologi yang penting adalah :

1. Tren semakin cepat dan semakin murah, baik dalam berhitung maupun komunikasi, terus berlanjut. Berhitung ini maksudnya komputer yang lebih kuat dan kelompok computer yang mampu menyokong aplikasi yang lebih menantang, seperti aplikasi multimedia. Dalam istilah komunikasi, penggunaan serat optic yang semakin meningkat telah membuat harga transmisi menurun dan meningkatkan kapasitas secara besar-besaran. Sebagai contoh, untuk telekomunikasi jarak-jauh dan link jaringan data, penawaran baru-baru ini untuk dense wavelength division multiplexing (DWDM) memungkinkan kapasitas dari banyak tera-bit per detik. Untuk local area network (LAN), banyak perusahaan saat ini mempunyai jaringan tulang punggung Gigabit Ethernet dan beberapa lainnya mulai menyebarkan Ethernet 10-Gbps.
2. Baik jaringan telekomunikasi berorientasi-suara, seperti public switched telephone network (PSTN) (jaringan telepon pengalih publik), maupun jaringan data, termasuk internet, lebih ‘cerdas’ dari sebelumnya. Terdapat dua bidang ‘kecerdasan’ yang perlu diperhatikan. Pertama, jaringan saat ini dapat memberikan tingkat kualitas layanan (quality of service-QoS) yang berbeda, yang mencakup spesifikasi untuk penundaan maksimum, throughput (lewatan) minimum, dan sebagaimya. Kedua, jarimgan menyediakan berbagai layan manajemen dan pengamanan jaringan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
3. Internet, Web, dan aplikasi-aplikasi yang berhubungan telah muncul sebagai fitur-fitur dominan, baik dalam dunia bisnis maupun pribadi, membuka banyak peluang dan tantangan untuk para manajer.
4. Terdapat tren mobilitas yang terus meningkat sepanjang decade, membebaskan para pekerja dari kungkungan perusahaan dalam bentuk fisik. Inovasi-inovasinya mencakup voice mail (surat suara), remote area access, pager (penyeranta), faks, e-mail (surat elektronik, telepon nirkabel, telepon dan jaringan seluler serta internet portal. Hasilnya para karyawan dapat membawa pekerjaan mereka ke manapun mereka pergi.

1.1.1 Persyaratan Transmisi Data dan Kapasitas Jaringan

Perubuahan penting dalam cara organisasi-organisasi menjalankan bisnis dan informasi proses telah dipicu oleh perubahan dalam teknologi jaringan dan hal ini juga mengarahkan perubahan itu.Sulit untuk memisahkan anak ayam dan telur. Begitu pila, kegunaan internet, baik untuk bisnis maupun pribadi menunjukkan lingkaran ketergantungan : tersediaanya layanan berbasis-gambar lewat internet (contohnya,Web) telah menghasilkan peningkatan jumlah pengguna dan volume lalu lintas yang dihasilkan oleh masing-masing pengguna. Hal ini akhirnya menghasilkan kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi internet. Di sisi lain, hanya karena kecepatan yang meningkat semacam itulah yang membuat penggunaan aplikasi berbasi-Web cocok bagi para pengguna akhir (end user). Pada bagian ini, kita menyurvei beberapa factor pengguna akhir yang cocok dengan persamaan ini . Kita mulai dengan kebutuhan akan LAN berkecepatan tinggi dalam lingkungan bisnis, Karen kebutuhan ini yang muncul pertama kali dan memaksa perkembangan jaringan. Kemudian, kita beralih pada persyaratan bisnis WAN. Akhirnya, kita memberikan penjelasan singkat tentang dampak dari perubahan elektronik komersial pada persyaratan jaringan.

A. Munculnya LAN Berkecepatan-Tinggi

Komputer pribadi dan workstation mikrokomputer mulai diterima secara luas dalam bisnis menghitung di awal tahun 1980-an dan sekarang telah mencapai status telepon secara maya : sebuah perangkat penting untuk para pekerja kantor. Baru-baru ini, LAN kantor menyajikan layanan konektivitas dasar- menghubungkan personal computer dan terminal mainframe (kerangka induk) dan sistem midrange (kelas menengah) yang menjalankan aplikasi perusahaan, serta menyajikan konektivitas kelompok kerja pada tingkat departemen atau divisi. Di kedua kasus, pola lalu lintas relatif lebih ringan, dengan penekanan pada transfer file dan surat elektronik. LAN yang tersedia untuk tipe beban kerja seperti ini, biasanya Ethernet dan token ring (ring token), cocok untuk lingkungan ini.

Pada tahun 1990-an, dua tern penting ini mengubah peran personal komputer dan karenanya LAN perlu memiliki :

1. Kecepatan dan kekuatan menghitung dari personal komputer tetap mengalami pertumbuhan yang dahsyat.
2. Organisasi-organisasi Sistem Manajemen Informasi (management information system-MIS) telah mengenali LAN sebagai platform menghitung yang dapat berjalan dan penting, menghasilkan fokus pada perhitungan jaringan.

Dampak dari tren-tren ini telah meningkatkan volume data yang harus ditangani melalui LAN dan, karena aplikasi lebih interaktif, untuk mengurangi penundaan transfer data. Generasi Ethernet 10-Mbps sebelumnya dan token ring 16-Mbps tidak menunjang persyaratan-persyaratan ini. Berikut adalah contoh-contoh persyaratan untuk LAN berkecepatan tinggi :

* Centaralized server farm
* Power workgroup
* Backbone local berkecepatan-tinggi

B. Kebutuhan Akan WAN Korporat

Seperti awal tahun 1990-an dan di akhir-akhir ini, terdapat penekanan model pengolahan data terpusat dalam banyak organisasi. Pada lingkungan khusus, mungkin saja terdapat fasilitas menghitung yang penting di beberapa kantor wilayah, terdiri dari mainframe atau system midrange yang lengkap. Fasilitas terpusat ini dapat menangani mayoritas aplikasi korporat, termasuk keuangan dasar, akunting, dan program personali, juga banyak aplikasi bisnis yang spesifik lainnya. Kantor yang lebih kecil dan terpencil (contohnya, suatu cabang bank) dapat dilengkapi dengan terminal atau personal komputer dasar yang terhubung dengan salah satu pusat wilayah pada lingkungan berorientasi-transaksi. Model ini mulai berunah di awal 1990-an, dan perubahan tersebut semakin cepat di pertengahan tahun 1990-an. Banyak organisasi telah menyebarkan pegawainya ke kantor-kantor yang lebih kecil. Terdapat peningkatan penggunaan komunikasi jarak jauh (telekom). Semua tren ini berarti semakin banyak data yang harus dipindahkan dari dan ke dalam area luas. Aliran lalu lintas ini berpindah membawa beban yang lebih besar pada LAN backbone dan, tentu saja, pada fasilitas WAN yang digunakan korporat. Oleh karena itu, seperti dalam area local, perubahan dalam pola lalu lintas korporat mengarahkan pada pembuatan WAN berkecepatan-tinggi.

1.2 Model Komunikasi

Tujuan dasar dari sistem komunikasi adalah menjalankan pertukaran data antara dua pihak. komunikasi antara sebuah workstation dan sebuah server yang dihubungkan dengan sebuah jaringan telepon umum. Contoh lainnya adalah pertukaran sinyal-sinyal suara antara dua telepon pada satu jaringan yang sama.

Berikut ini adalah elemen-elemen penting dari model terdebut :

1. Sumber
2. Transmiter
3. Sistem transmisi
4. Receiver (penerima)
5. Tujuan

Dalam tabel 1.1 terlampir daftar tugas utama yang harus dijalankan dalam sistem komunikasi data. Daftar tersebut dapat diubah: elemen-elemen bias ditambahkan, item-item dalam daftar dapat digabungkan, dan beberapa item yang merepresentasikan beberapa tugas yang berasal dari “tingkat” system yang berbeda.

Utilisasi Sistem Transmisi


Pengalamatan

Pengantarmukaan (interfacing


Perutean (routing)

Pembangkit sinyal


Pemulihan

Sinkronisasi


Pemformatan pesan

Manajemen pertukaran


Pengamanan

Deteksi dan koreksi kesalahan


Manajemen jaringan

Kendali alir (Flow control)

1.3 Komunikasi Data

1.3.1 Transmisi Informasi

Bangunan dasar dari fasilitas komunikasi apa pun adalah jalur transmisi. Salah satu pilihan dasar yang dihadapi oleh pengguna bisnis adalah media transmisi. Untuk komunikasi jarak jauh, pilihan tersebut umumnya tidak selalu dibuat oleh pembawa jarak jauh. Selain itu, perubahan teknologi secara pesat telah mengubah campuran dari media yang digunakan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah transmisi serat optik dan transmisi nikabel (contohnya, satelit dan radio). Sekarang ini, dua media tersebut menggerakkan evolusi dari transmisi komunikasi data.

1.3.2 Transmisi dan Media Transmisi

Informasi dapat dikomunikasikan dengan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal elektromagnetik dan mentransmisikan sinyal-sinyal tersebut melalui beberapa media, seperti jaringan telepon twisted-pair (pasangan-berbelit). Media transmisi yang paling sering digunakan adalah jaringan twisted-pair, kabel koaksial, kabel serat optic, serta gelombang mikro terrestrial dan satelit. Kecepatan data yang dapat dicapai dan kecepatan dimana kesalahan dapat terjadi bergatntung pada sifat alami sinyal dan tipe media.

1.3.3 Teknik-Teknik Komunikasi

Transmisi informasi yang melintasi media transmisi mencakup lebih dari sekedar menyisipkan sinyal pada media. Teknik yang digunakan untuk mengkodekan informasi dalam bentuk sinyal elektromagnetik harus ditentukan. Terdapat beragam cara dal pengkodean yang dapat dilakukan, dan pilihan tersebut mempengaruhi kinerja serta keandalan. Lebih jauh lagi, transmisi informasi yang berhasil melibatkan kerja sama yang tinggi antara berbagai komponen.

1.3.4 Efisiensi Transmisi

Biaya terbesar pada komputer/fasilitas komunikasi apa pun adalah biaya transmisi. Oleh karena itu, penting untuk memaksimalkan jumlah informasi yang dapat dibawa dari sumber atau meminimalkan kapasitas transmisi yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan komunikasi informasi yang ada. Dua cara untuk mencapi tujuan ini adalah multiplexing dan kompresi. Dua teknik ini dapat digunakan secara terpisah atau digabungkan.

1.4 Jaringan

Terdapat ratusan juta komputer yang digunakan di dunia. Selain itu, perluasan memory dan daya pemrosesan dari komputer-komputer ini berati bahwa pengguna dapat membuat mesin-mesin tersebut bekerja pada jenis-jenis aplikasi dan fungsi baru. Oleh karena itu, tekanan dari para pengguna sistem ini terhadap cara-cara berkomunikasi diantara semua mesin ini tak terelakkan lagi. Hal ini mengubah cara berpikir pra vendor dan bagaimana semua produk serta layanan automasi dijual. Pemintaan untuk konektivitas termanifestasi dalam dua persyaratan khusus; kebutuhan akan perangkat lunak komunikasi, dan kebutuhan akan jaringan. Di bagian ini akan menjelaskan secara singkat beragam jaringan yang ada.

* Wide Area Network (WAN)

Wide area network umumnya mencakup area geografis yang luas, melintasi jalan umum, dan bergantung paling tidak pada sebagian dari sirkuit yang disediakan oleh fasilitas umum. Secara khusus, WAN terdiri dari sejumlah node (simpul) pengalihan yang saling terkoneksi. Transmisi dari perangkat apa pun dikirimkan melalui node internal ke perangkat tujuan yang spesifik. Node-node ini (termasuk node batas) tidak bergantung pada isi data; tetapi, dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas pengalihan yang akan memindahkan data dari node ke node sampai mereka mencapai tujuan. Secara tradisional, WAN telah diimplementasikan dengan menggunakan salah satu dari dua teknologi; circuit switching (pengalihan sirkuit) dan packet switching (pengalihan paket). Sedangkan saat ini, frame relay (relay bingkai) dan jaringan ATM telah memiliki peranan penting.

* Circuit Switching

Di dalam jaringan circuit-switching, jalur komunikasi yang tepat dibangun di antara dua station melalui node jaringan. Jalur itu merupakan suatu rangkaian jaringan fisik yang terhubung di antara node. Contoh yang palin umum dalam circuit switching adalah jaringan telepon.

* Paket Switching

Jaringan paket switching menggunakan pendekatan yang berbeda. Pada kasus ini, Tidak perlu mengunakan kapasitas transmisi di sepanjang jalur melewati jaringan. Akan tetapi, data dikirim keluar dengan menggunakan urutan potongan kecil yang disebut paket. Masing-masing paket melewati jaringan dari satu node ke node lainnya di sepanjang jalur dari sumber ke tujuan. Pada setiap node, seluruh paket diterima, disimpan dengan cepat, dan ditransmisikan ke node berikutnya. Jaringan paket switching umumnya digunakan unutk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer.

* Frame Relay

Frame relay dikembangkan untuk memamfaatkan kecepatan data yang tinggi dan angka kesalahan yang kecil. Di mana jaringan paket switching yang asli dirancang dengan kecepatan data sampai ke pengguna terakhir sebesar kira-kira 64 kbps, sedangkan jaringan frame relay dirancang agar dapt beroperasi secara efisien pada kecepatan sampai 2 Mbps. Kunci untuk mencapai kecepatan data yang tinggi ini adalah membuang mayoritas tambahan yang berkaitan dengan kontrol kesalahan.

* ATM

Mode transfer asinkron (asynchronous transfer mode-ATM), terkadang disebut cell relay (relay sel), merupakan puncak perkembengan circuit switching dan paket switching. ATM dapat dipandang sebagai sebuah evolusi dari frame relay. Perbedaan yang paling jelas antara frame relay dengan ATM adalah frame relay mengunakan paket variabel-length yang disebut frame, sedangkan ATM menggunakan paket panjang tetap yang disebut cell.

* Local Area Network (LAN)

LAN merupakan suatu jaringan komunikasi yang saling menghubungkan berbagai jenis perangkat dan menyediakan alat untuk pertukaran informasi di antara perangkat-perangkat tersebut. LAN cakupannya lebih kecil, dan kecepatan data internal LAN biasanya lebih besar daripada kecepatan data internal WAN.

* Jaringan Nirkabel

Jaringan nirkabel telah digunakan secara luas dalam lingkungan bisnis. Teknologi nirkabel juga umum, baik untuk wide area voice maupun jaringan data. Jaringan nirkabel memberikan keuntungan dalam pergerakan dalam area serta instalasi dan konfigurasi yang senggang.

1.5 Internet

1.5.1 Asal Mula Internet

Internet merupakan evolusi dari ARPANET, yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh Advance Research Project Agency (ARPA) dari Departemen Pertahanan AS. Hal itu merupakan jaringan paket switching yang pertama kali beroperasi. ARPANET mulai beroperasi di empat lokasi. Sekarang, jumlah host telah mencapai ratusan juta, jumlah pengguna mencapai milyaran, dan jumlah negara yang berpartisipasi mencapai 200. Jumlah koneksi terus bertambah secara eksponensial.

1.5.2 Elemen-Elemen Penting

Tujuan dari internet tentu saja untuk saling menghubungkan sistem, yang disebut host; ini mencakup PC, workstation, server, mainframe, dan lain-lain. Sebagian besar host yang menggunakan internet terhubung dalam sebuah jaringan, seperti LAN atau WAN, jaringan-jaringan ini nantinya dihubungkan dengan router (perute), masing-masing perute menyertai dua atau lebih jaringan. Pada dasarnya internet beroperasi sebagai berikut. Suatu host mengirimkan data ke host lainnya di manapun dalam internet. Host sumber memecah data untuk dikirimkan melalui urutan paket, disebut IP datagram (datagram protokol internet) atau IP paket (paket protokol internet). Masing-masing paket mencakup sebuah IP address (alamat protokol internet), karena alamat ini dibawa dalam sebuah paket IP. Berdasarkan alamat tujuan ini, masing-masing paket berjalan melalui serangkaian perute dan jaringan dari sumber ke tujuan. Setiap perute, ketika menerima sebuah paket, akan membuat keputusan perutean dan meneruskan paket tersebut sepanjang jalan hingga mencapai tujuan.

1.5.3 Arsitektur Internet

Sekarang, internet dibangung dari ribuan jaringan bertingkat yang tumpang-tindih. Oleh karena itu, tidaklah mungkin menyajikan deskripsi detail dari arsitektur atau topologi internet secara tepat. Berikut ini adalah terminologi dari internet :

* Central office (CO)
* Customer premise equipment (CPE)
* Internet service provider (ISP)
* Network service provider ( NSP)
* Point of presense (POP)

Salah satu elemen penting dari internet adalah seperangkat hostyang menyertainya. Anggap saja host tersebut adalah sebuah komputer. Sekarang komputer ada dalam banyak bentuk, termasuk telepon genggam, dan bahkan mobil. Semua bentuk ini dapat menjadi host bagi internet.